Submodalities, Rekaman Mental Yang Membuat Seseorang Berdaya Atau Terpuruk

Submodalities, Rekaman Mental Yang Membuat Seseorang Berdaya Atau Terpuruk

By   Superuser  |   396 views 10 September 2015 at 04:33 WIB

Terkadang kita sangat heran, mengapa terdapat kasus Phobia yang tidak masuk akal sehat ? Melihat gelang karet saja menimbulkan kengerian dan rasa mual yang luar biasa.

Demikian juga kita seringkali tidak habis pikir, mengapa seseorang demikian termotivasi sangat luar biasa, padahal secara fakta ia memiliki sangat banyak kekurangan dibandingkan orang lain.

Pasti ada sesuatu ! Pasti ada sebuah struktur ajaib yang mungkin sama untuk kedua kasus di atas.

Pengetahuan NLP membahas secara dalam, bagaimana suatu peristiwa riel atau suatu imajinasi menjelma menjadi rekaman di pikiran bawah sadar manusia yang membuat seseorang menjadi sangat berdaya atau sebaliknya menjadi terpuruk ketika ia memutar kembali “rekaman mental” ini.

Pada dasarnya manusia merekam dunia luar (external world) melalui panca-inderanya, atau di NLP dikenal sebagai V.A.K.O.G. Masing-masing indera ini ketika melakukan perekaman, masing-masing memiliki struktur spesifik yang disebut sebagai Submodalities. Secara sederhana Submodalites adalah kualitas dari modalities yang dipergunakan, dalam hal ini yaitu panca-indera tersebut.

Secara mudahnya, misalkan rekaman yang bersifat Visual, maka kualitas rekaman ini atau submodality yang terbentuk dapat berupa : gambar berwarna, gambar hitam putih, pelaku berada di luar gambar, pelaku berada di dalam gambar, gambar bergerak (film), atau gambar diam (foto), dsb.

Demikian juga misalkan rekaman yang bersifat Audio (Auditori), maka kualitas rekaman yang terbentuk dapat berupa suara kontinyu, suara terputus-putus, suara keras, atau suara yang lembut, dsb.

Nah, ketika suatu peristiwa terjadi, maka dalam sepersekian detik, manusia dapat melakukan perekaman atas peristiwa tersebut, dan tentunya kualitas dari rekaman tersebut (yang tersusun dari berbagai submodality) yang nantinya akan menentukan emosi apakah yang akan muncul ketika rekaman tersebut diputar ulang. Oleh karena itu dalam peristiwa Phobia, mungkin peristiwa yang mengawali sekilas terlihat sebagai peristiwa biasa, tetapi ketika struktur rekaman (submodalities) tersebut tersusun sedemikian rupa, maka munculah apa yang disebut sebagai Phobia.

Demikian juga saat seseorang berimajinasi terhadap sesuatu, mungkin terhadap mimpi-mimpinya, tentang harapan-harapannya terhadap sesuatu di masa depan, dan ketika imajinasi tersebut terekam dengan struktur yang tepat, maka akan memicu motivasi yang sangat luar biasa.

Oleh karena itu dalam pengetahuan NLP, bagaimana menghilangkan Phobia, kecemasan, atau sebaliknya mengembangkan motivasi diri, nyaris menggunakan teknik yang sama, yaitu dengan melakukan penyusunan ulang (edit) atas rekaman peristiwa yang telah tersimpan di pikiran bawah sadar. Dalam kasus mengembangkan motivasi tentu saja penyusunan ini dimaksud untuk menghasilkan struktur rekaman mental yang tepat untuk membangkitkan motivasi dimaksud.

Secara teknis sangat banyak teknik-teknik yang dikembangkan di pengetahuan NLP untuk keperluan ini.

***
Penjelasan tentang Submodalities dapat juga dianalogikan seperti proses pembuatan sebuah film. Di saat awal kamera hanya merekam gambar secara apa adanya, selanjutnya film dilakukan editing, misalkan diberikan warna yang lebih gelap, kemudian diberikan suara yang mungkin menghasilkan efek menakutkan, dan akhirnya film tersebut menjadi sebuah film horor, dan jelas berbeda dengan film aslinya. Inilah salah satu analogi untuk menjelaskan, bagaimana misalkan suatu peristiwa dapat menghasilkan efek Phobia yang dramatis.

Penyembuhan Phobia atau emosi negatif di NLP juga menggunakan teknik yang sama, yaitu dengan melakukan editing atas Film yang sudah berada di pikiran bawah sadar. Sebagai analoginya, ketika terhadap suatu Film yang bernuansa horor, dilakukan penggantian musiknya menjadi musik film kartun, maka tentu saja efek horor dari Film tersebut akan berkurang jauh.

***

Nah, sudah mulai memahami Submodalities ? Sekarang silakan anda melakukan editing atas berbagai rekaman film mental yang ada dalam diri anda untuk membuat sesuatu yang tidak memberdayakan menjadi berdaya. Atau masukkan efek-efek film yang tepat saat anda merekam mimpi-mimpi anda, sehingga dapat menjadi penggerak motivasi yang sangat dahsyat bagi anda dalam upaya mencapainya !

***

Sumber: http://www.yannurindra.com/submodalities-rekaman-mental-yang-membuat-seseorang-berdaya-atau-terpuruk/